Pages

Tampilkan postingan dengan label budidaya lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya lele. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

Pembesaran Lele Dumbo

Pembesaran Lele Dumbo adalah hal yang disatu sisi mudah dan di sisi lainnya sanagat menjadi momok yang sangat menakutkan. takut kenapa? otomatis kalau usaha pasti berkaitannya dengan laba dan rugi jadi pastinya doang takut rugi hheee.....
makannya untuk menghilangkan jauh-jauh si rugi tersebut maka kita harus mengetahui bagaimana cara pembesaran Lele tersebut,, kalau ngomongin pembesaran pasti erat kaitannya dengan pemberian pakan. agara epektif pemberian pakan pun harus dijadwal secara teratur.


Pembesaran adalah pemeliharaan lele dumbo yang berasal dal pendederan (I dan II) untuk dipelihara dalam jangka waktu tertentu hingga mencapai ukuran yang siap dipasarkan ke konsumen. Ukurannya 6-12 ekor per kg. Pembesaran lele dumbo ini dapat dilakukan di kolam tanah, kolam tembok, atau di jaring apung.


Bentuk kolam yang ideal untuk memelihara lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2 dengan kedalaman 1-1,5 m dan kemiringan kolam dari lubang pemasukan air ke lubang pengeluaran air 0,5%. Di bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang melintang dari lubang pemasukan air ke pengeluaran air.

Parit dibuat selebar 30 -50 cm dengan kedalaman 10-15 cm. Sementara itu, jika
menggunakan jaring apung dapat menggunakan konstruksi jaring apung yang umum digunakan pembudidaya ikan. Hanya saja, ukuran mata jaringnya harus lebih kecil dari ukuran tubuh ikan yang ditebar agar ikan yang dipelihara tidak lolos atau melarikan diri.

lubang pemasukan dan pengeluaran air dibuat dengan ukuran 15 - 20 cm. Lubang pengeluaran air dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian,yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat yang terdiri dari dua lapis, satu di antaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki.

Sementara itu, bentuk lubang pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana. Hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang di bawah kolam dengan tambahan pipa berbentuk "L" yang mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam. Di lubang pemasukan dan pengeluaran air dapat dipasang saringan untuk mencegah keluarnya ikan.

Selain pakan alami, untuk mempercepat pertumbuhan, lele perlu diberi pakan tambahan. Jumlah pakan tambahan yang diberikan sebanyak 2-5% per hari dari berat total ikan yang ditebar ke kolam. Pemberian pakan tambahan ini dilakukan 3-4 kali setiap hari. Komposisi pakan tambahan yang diberikan dapat berupa campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1 : 9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, dan cincangan bekicot dengan perbandingan 2 : 1 : 1 campuran tersebut dapat dibuat dalam bentuk pelet.


Lele dumbo akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200-250 gram dan panjang 15-20 cm per ekor. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam agar ikan berkumpul di kamalir, sehingga. mudah ditangkap menggunakan waring atau lambit. Cara lain memanen lele adalah dengan
menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon yang diletakkan d dasar kolam. Saat air kolam disurutkan, lele akan masuk ke dalam ruas bambu atau paralon tersebut.
Lele hasil tangkapan dikumpulkan di wadah berupa ayakan (happa) yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir. Hal ini dilakukan untuk mengistirahatkan ikan sebelum diangkut untuk dipasarkan*.

Pengangkutan lele dapat dilakukan menggunakan karamba, pikulan ikan, atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya. Perlu diingat, jangan menggunakan media pengangkut berupa kantong plastik karena akan mudah bocor terkena patil lele.
sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, AgroMedia Pustaka, 2008 
 
Demikianlah cara Pembesaran Lele Dumbo mudah-mudahan dapat bermafaat dan dapat menuai untung yang banyak. sekian dan terimakasih.

Usaha Lele Dumbo

kebanyakan para petani atau peternak lele Dumbo kebingungan untuk memasarkan lele yang telah dipanen dibawah ini dijelaskan cara Penjualan Lele Dumbo.


Memilih usaha ternyata tidak harus dari sesuatu yang wah. Banyak peluang besar bisa Anda peroleh justru dari sesuatu yang nampak sepele. Semisal beternak ikan lele.Ikan berkumis ini memang masih dipandang sebelah mata oleh pebisnis. Padahal, rejeki yang ia janjikan cukup besar. Gerai supermerket besar hingga warung tenda di pinggir jalan butuh pasokan lele dalam jumlah banyak secara rutin.

Mungkin kita tak pernah menggubris warung tenda yang menjajakan menu pecel lele yang berderet di sepenjang jalan. Padahal, kontinuitas kebutuhan lele di warung tenda umumnya lebih pasti bila dibanding dengan kebutuhan lele di supermarket. Warung-warung seperti itu banyak tersebar di setiap kota.

Memulai bisnis lele tidah harus selalu diawali dengan hitungan yang jelimet serta bikin pusing. Anda bisa memualinya dengan sekedar bejlan-jalan santai, nongkrong sambil iseng mencicipi menu ikan lele. Dari kegiatan itu Anda bisa memetakan pasar ikan lele. Jumlah kebutuhan ikan lelepun bisa Anda peroleh secara pasti.

“Ya…. Kira-kira saya bisa habis lele 7 –8 kg setiap malam,” begitulah pengakuan Sarah pedagang pecel lele di bilangan Jakarta Barat. “Ikan saya beli dari pasar Kebayoran Lama. Tiap kilo harganya Rp 12.000. Jika dihitung-hitung, Sarah butuh lele yang tidak sedikit. Paling tidak ia harus mendapat pasokan 210 – 240 kg lele segar secara rutin.

Keterangan di atas bisa memberi gambaran kasar bagi Anda bahwa peluang berbisnis lele berprospek cerah. Pengalaman manis berbisnis lele juga dimiliki oleh Ivan, peternak lele di Parung. Usaha ini mulai ia tekuni sekitar dua tahun yang lalu.

Awalnya usaha itu ditekuni oleh kakaknya. Karena saudaranya harus bertugas keluar negeri lantas usaha kolam lele itu dihibahkan kepada Vian. Pemuda yang masih kuliah di salah satu Universitas Suwasta di Jakarta itu merasa masih perlu banyak belajar di bidang perlelean. Saat ini ia dibimbing oleh Sueb, orang kepercayaan kakaknya.

Berkat ikan bernama latin Clarias sp itu, Vian bisa menanggung biaya kulah secara mandiri. Saat ini Vian memiliki kolam sebanyak 15 petak. Tiap kolam berukuran luas 300m. Menurut Sueb, menjual ikan lele itu enak. Kita tidak perlu lagi repot-repot mencari keterangan pasar. Pembibitan memang lebih cepat untung. Tapi, kapasitas keuntungannya lebih kecil bila dibanding dengan pembesaran.

Usaha pembesaran memang butuh modal lebih besar bila dibandingkan dengan pembibitan. Namun, untung yang bisa diraup lebih menjanjikan. Masa panen ikan lele memang relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan jenis ikan konsumsi yang lain. “Kalau gurami baru bisa dipanen sekitar 8 bulan. Sedangkan lele sudah bisa dipanen sekitar 50 hari,” terang Vian sambil memegangi serokan yang dipenuhi ikan lele siap panen.

Kondisi pasar ikan lele mamang cenderung lebih tidak stabil bila dibanding dengan kondisi pasar ikan jenis lain. “Kadang-kadang harganya naik sangat tinggi, Tapi kadang-kadang pula merosot,” ungkap Sueb. “Pokoknya jangan jual lele pada bulan-bulan yang tidak ada huruf “R”nya (Mei, Juni, Juli, dan Agustus),”sahut Vian memaparkan pengalamannya. Sebab. Pada kisaran bulan itu banyak petani lele yang mengobral lelenya dengan harga murah. Alasannya, mereka sangat butuh biaya untuk keperluan sekolah anak-anak mereka. Harga jual ikan lele akan mencapai puncak termahal pada bulan Januari. Sebab, pada waktu itu pasokan ikan lele cenderung berkurang. Hal itu disebabkan karena pada bulan itu pembibitan lele banyak yang gagal. Banyak telur yang gagal menetas lantaran pengaruh musim hujan. Menurut pengalaman Vian, air hujan bisa menurunkan derajan keasaman (pH) air kolam.

Jika Anda memiliki jumlah kolam lebih dari satu, Maka periode panen bisa dirancang bergantian. Berkat cara seperti ini, periode panen bisa menjadi lebih cepat dari 50 hari.
=Budidaya lele tidak direpotkan dengan masalah air. Daya tahan ikan lele sangat baik “Asal air selalu penuh dan cukup pangan, itu sudah beres,”jelas Sueb di dalam saung tempat menjaga kolam lele. Supaya bisa untung, ikan yang dipelihara minimal haru berjumlah 10.000 ekor. Jumlah ikan sebanyak itu butuh paka sebanyak 35 karung. Setok pakan sebanyak itu dipakai dalam satu kali periode usaha. Setiap karung berisi pakan seberat 30 kg. Harga pakan perkarung adalah Rp 160.000.

Masalah pakan bisa diatasi dengan oplosan pakan yang berasal dari jerohan ayam. Harganya Cuma Rp 1500/ kg. kwintal jerohan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan lele selama 1 – 1,5 hari. Satu kolam butuh 2 karung pelet setiap hari. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam sehari. Jadi, satu karung pelet digunakan untuk sekali pemberian pakan. Berkat menu tambahan, ukuran ikan bisa semakin besar. “Kalau biasanya ikan sekilo ada 7 ekor, setelah diberi pakan tambahan berat ikan sekilo cima 6 ekor. Keuntungan lain yaitu bisa lebih irit biaya Rp 510.000 setiap bulan.

Harga jual ikan lele di tingkat petani saat ini adalah Rp 11.000 / kg. Persentase kematian ikan lele biasanya mencapai 10%. Kondisi seperti itu umumnya terjadi sehabis ikan lele dilepas ke dalam kolam. Terutama ketika cuaca sedang panas. Setiap kolam bisa menghasilkan lele seberat 7 – 8 kuintal.

Kedalaman kolam lele minimal 1 m. Air yang terlalu dangkal menyebabkan ukuran lele menjadi terlalu pendek. Sebab ikan menjadi kurang gerak. Jumlah bibit yang ditaburkan 50.000 ekor dalam setiap kolam. Bibit lele itu masih seukuran rokok. Satu bulan setelah dilepas, iakan lantas disortasi. Ikan yang sudah sebesar batu baterai dipindah kolam yang lain. Tujuannya supaya ukuran ikan seragam. Sebab jika tidak disortir, ikan yang ukurannya lebih kecil akan dimangsa oleh lele yang berbada lebih gede. Biasanya setelah disortir ikan tinggal 12.000 ekor. Atau sekitar 3 kwintal.

Demikianlah cara Penjualan Lele Dumbo mudah-mudahan bermanfaat disarankan bagi pemula yang baru sekali panen lele jangan dulu bingung kemana harus menjualmnya karena banyak sekali orang-orang yang membutuhkan lele kunjungilah relasi-relasi pembisnis lele yang lain pasti kalian akan mendapatkan informasi.


Budidaya Lele Dumbo (terapan)

Budidaya lele Dumbo terapan fungsinya yaitu untuk mempercepat proses perkembangbiakan serta menambah berat ikan lele tersebut sesuai dengan pakan yang kita berikan. jadi tergantung kepada pemberian pakan.


Budidaya Lele Dumbo (terapan)



Budidaya lele dumbo (Clarias gariuphinus) memang agak rumit. Karena ikan ini tidak bisa memijah secara alami seperti nila dan ikan mas. Pemijahan hanya bisa dilakukan secara buatan, atau dengan istilah lain kawin suntik. Meski agak rumit, budidaya lele dumbo telah lama berhasil dikembangkan di Indonesia. Budiadaya lele dumbo dilakukan dalam beberapa tahapan.

Pematangan Gonad

Pematangan gonad lele dumbo dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 50 m2; keringkan selama 2 – 4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam; isi air setinggi 50 – 70 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk ukuran 0,7 – 1,0 kg; beri pakan tambahan berupa pellet khusus lele dumbo sebanyak 3 persen setiap hari. Catatan : induk jantan betina dipelihara terpisah.

Pematangan di bak

Pematangan gonad juga bisa dilakukan di bak. Caranya, siapkan bak tembok ukuran panjang 6 m, lebar 4 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 80 – 100 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 100 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Seleksi

Seleksi induk lele dumbo dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Tanda induk betina yang matang gonad : perut gendut; tubuh agak kusam; gerakan lamban dan lubang kelamin kemerahan. Tanda induk jantan : gerakan lincah, tubuh memerah dan bercahaya; lubang kelamin kemerahan, agak membengkak dan berbintik putih.

Pemijahan alami

Lele dumbo bisa dipijahkan secara alami. Caranya, siapkan bak berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 30 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; pasang hapa halus sesuai ukuran bak; masukan ijuk secukupnya; masukan 1 ekor induk betina yang sudah matang gonad pada siang atau sore hari; masukan pula 1 ekor induk jantan; biarkan memijah; esok harinya, tangkap kedua induk dan biarkan telur menetas di tempat itu.

Pemijahan buatan

Hasil pemijahan alami lele dumbo biasanya kurang memuaskan. Jumlah telur yang keluar tidak banyak. Agar telur bisa seluruhnya, maka dilakukan pemijahan buatan, atau dengan kawin suntik. Sistem ini agak rumit dan memerlukan keahlian khusus. Dua langkah kerja yang harus dilakukan dalam sistem ini, yaitu penyuntikan, pengambilan sperma dan pengeluaran telur.

Penyuntikan dengan ovaprim

Penyuntikan adalah kegiatan memasukan hormon perangsang ke tubuh induk betina. Hormon perangsang yang umum digunakan adalah ovaprim. Caranya, siapkan induk betina yang sudah matang gonad; sedot 0,3 mll ovaprim untuk setiap kilogram induk; suntikan ke dalam tubuh induk tersebut; masukan induk yang sudah disuntik ke dalam bak lain dan biarkan selama 10 jam.

Penyuntikan dengan hypopisa

Penyuntikan bisa juga dengan ekstrak kelenjar hypopisa ikan mas atau lele dumbo. Caranya, siapkan induk betina yang sudah matang gonad; siapkan 1,5 kg ikan mas ukuran 0,5 kg; potong ikan mas tersebut secara vertikal tepat di belakang tutu insang; potong bagian kepala secara horizontal tepat di bawah mata; buang bagian otak; ambil kelenjar hypopisa; masukan ke dalam gelas penggerus dan hancurkan; masukan 1 cc aquabides dan aduk hingga rata; sedot larutan hypopisa itu; suntikan ke dalam tubuh induk betina; masukan induk yang sudah disuntik ke bak lain dan biarkan selam 10 jam.

Pengambilan sperma

Setengah jam sebelum pengeluaran telur, sperma harus disiapkan. Caranya, tangkap 1 ekor induk jantan yang sudah matang kelamin; potong secara vertikal tepat di belakang tutup insang; keluarkan darahnya; gunting kulit perutnya, mulai dari anus hingga belanag tutup insang; buang organ lain dalam perut; ambil kantung sperma; bersihkan kantung sperma dengan tisu hingga kering; hancurkan kantung sperma dengan cara menggunting bagian yang paling banyak; peras spermanya agar keluar dan masukan ke dalam cangkir yang telah diisi 50 ml (setengah gelas) aquabides; aduk hingga homogen.

Pengeluaran telur

Pengeluaran telur dilakukan setelah 10 jam dari penyuntikan, namun 9 jam sebelumnya dilakukan pengecekan. Cara pengeluaran telur : siapkan 3 buah baskom plastik, sebotol Natrium chlorida (inpus), sebuah bulu ayam, kain lap dan tisu; tangkap induk dengan sekup net; keringkan tubuh induk dengan lap; bungkus induk dengan lap dan biarkan lubang telur terbuka; pegang bagian kepala oleh satu orang dan pegang bagian ekor oleh yang lainnya; pijit bagian perut ke arah lubang telur; tampung telur dalam baskom plastik; campurkan larutan sperma ke dalam telur; aduk hingga rata dengan bulu ayam; tambahkan Natrium chrorida dan aduk hingga rata; buang cairan itu agar telur-telur bersih dari darah; telur siap ditetaskan.

Penetasan

Penetasan telur lele dumbo dilakukan dalam bak tembok. Caranya, siapkan sebuah bak tembok ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi bak tersebut dengan air setinggi 30 cm dan biarkan alirkan air selama penetasan; pasang hapa halus yang ukurannya sama dengan bak; beri pemberat agar hapa tenggelam (misalnya kawat behel yang diberi selang atau apa saja); tebarkan telur hingga merata ke seluruh permukaan hapa; biarkan telur menetas dalam 2 – 3 hari.

Pendederan I

Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 50.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Pendederan II

Pendederan kedua juga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasar; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 30.000 ekor benih hasil pendederan I (telah diseleksi); beri 2 – 4 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur sebulan.

Pendederan III

Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 20.000 ekor hasil dari pendederan II (telah diseleksi); beri 4 - 6 kg pelet kecil (khusus lele); panen benih dilakukan sebulan kemudian.

Pembesaran

Pembesaran lele dumbo dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 200 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 - 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 10.000 ekor benih hasil seleksi dari pendederan III; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 2 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi ukuran 125 gram sebanyak 400 – 500 kg.


Model Budi Daya Lele Dumbo

Peluang usaha Budi daya lele dumbo dengan kolam terpal dapat dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budi Daya Ikan Lele Dumbo Konsumsi merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo sampai ukuran dan bobot tertentu. Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor. Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /ekor ke atas biasanya digunakan pada kolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.

BUDIDAYA IKAN LELE

1. SEJARAH SINGKAT

Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele ataulindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan namama li (Afrika),plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.

Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.

2. SENTRA PERIKANAN

Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele± 970 kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/Ha.



Teknologi Budi Daya Ikan Lele Lokal

Teknologi Budi Daya

Semakin meningkatnya permintaan konsumen akan lele lokal, membuat buat para peternak (sebagai produsen) terpacu untuk mem produksi dalam jumlah besar. Keadaan ini memicu terjadinya perubahan pola pembudidayaan dari cara sederhana ke cara yang lebih maju. Saat ini, seiring dengan bertambahnya pengetahuan petani, pembudidayaan lele lokal sudah dilakukan secara lebih intensif di kolam khusus budi daya. Keadaan ini sudah sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Dahulu, pembudidayaan lele lokal masih dilakukan di kolam pekarangan tanpa memerhatikan perbandingan antara padat penebaran dengan luas kolam, sehingga pemanfaatan kolam dan pakan menjadi tidak optimal.

Ada tiga kegiatan pokok dalam budidaya lele lokal, Ketiga kegiatan pokok tersebut adalah pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Kegiatan pembenihan adalah proses pemijahan atau mengawinkan induk lele jantan dengan betina hingga menghasilkan benih atau larva berukuran 1 —3 cm. Kegiatan pembenihan dapat dilakukan di dalam ruang tertutup atau terbuka seperti di bagian samping atau belakang rumah.

Kegiatan pokok dalam pembenihan lele lokal mencakup pemeliharaan induk siap pijah, pemijahan (baik yang dilakukan secara alami atau dengan kawin suntik (induced breeding)), penetasan telur, dan perawatan larva. Selama pemijahan, induk lele lokal diberi pakan pelet sebanyak 3-5% per hari dari bobot total induk yang dipelihara. Pemberian pakan dilakukan 2-3 kali sehari pada pagi, sore, dan malam hari.
Sementara itu, larva lele lokal yang baru menetas belum diberi
pakan tambahan, karena cadangan makanan di dalam tubuhnya berupa
kuning telur masih ada. Pada hari ke-4 setelah menetas, benih diberi
pakan tambahan berupa pakan alami atau paka hidup (plankton). Salah
satunya adalah Daphnia sp. Atau bisa diberi cacing sutera. Pemberian pakan dilakukan sesuai dengan kebutuhan (sekenyangnya) sebanyak 2 Kali sehari, pada pagi atau sore dan malam hari.
Kegiatan pendederan adalah pemeliharaan benih yang berasal dari hasil pemijahan. pendederan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pendederan I dan pendederan II. Setiap pendederan memerlukan waktu pemeliharaan selama 3 minggu. Benih yang dihasilkan mencapai ukuran 3-5 cm (pendederan 1) atau 5-8 cm (pendederan II).Dengan kata lain, pendederan merupakan Kegiatan penyiapan benih untuk dibesarkan di kolam pembesaran. pendederan ini dapat dilakukan di kolam tembok, kolam tanah, atau jaring apung. Kegiatan pendederan meliputi persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pengontrolan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan hasil.
pada pendederan I, benih diberi pakan berupa pakan dalam bentuk tepung sebanyak 3-5% dari berat total lele loka; yang dipelihara pemberian pakan dilakukan 3 Kali sehari, pada pagi, sore dan malam hari.

Pada pendederan II benih diberi pakan berupa crumble (pelet hancuran) sebanyak 3-5% dari berat total lele yang clipelihara. Pemberian pakan dilakukan 3 Kali sehari pada pagi, sore dan malam hari. Sebaiknya pemberian pakan dilakulcm dengan cara disebar merata agar semua benih mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pakan.
Kegiatan pembesaran adalah pemeliharaan benih yang berasal dari kegiatan pendederan. pembesaran lele Iokal dapat dilakukan di kolam tanah, kolam tembok, atau di jarring apung. Kegiatan pembesaran dilakukan selama 3 bulan hingga lele mencapai ukuran yang siap dipasarkan ke konsumen, yaitu 6 - 12 ekor per kg.
Selain pakan alami, untuk mempercepat pertumbuhan, lele lokal diberi pakan pelet sebanyak 2-5% per hari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. pemberian pakan dilakukan 3-4 Kali per hari pada pagi, Siang, sore, dan malam hari. Komposisi pelet dapat dibuat dari campuran dedak halus dan ikan rucah dengan perbandingan 1 : 9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 1.
Sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P, Agromedia Pustaka, 2008


Demikianlah Budidaya lele Dumbo terapan untuk menghasilkan hasil yang maksimal disarankan untuk membaca dan mengaflikasikannya sekian dan terimakasih tidak ada ruginya kalau kita mencoba sesuatu yang positif semoga dapat bermanfaat dan berkah.


Kolam Terpal Lele Dumbo

Ada banyak macam-macam kolam yang dapat dijadikan Tempat untuk membudidayakan Lele Dumbo salah satunya Kolam Terpal. Dibwah ini dijelaskan tentang keistimewaan kolam terpal.

KEISTIMEWAAN KOLAM KARPET

olam karpet adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari karpet. Penggunaan kolam karpet dapat mengatasi risiko-risiko yang terjadi pada kolam gali maupun kolam semen. Karpet yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis karpet karet dengan ukuran ketebalan 5 mm. Karpet seperti ini sering digunakan oleh tukang reparasi sepatu, umumnya berwarna hitam, putih, atau biru. Disarankan untuk menggunakan karpet berwarna hitam karena tidak mudah terlihat kotor. Selain itu, lele juga akan merasa nyaman tidur di tempat gelap. Pada kolam gali, hal ini ditunjukkan oleh perilaku lele yang suka berkumpul dalam lubang-lubang di dinding kolam.



A. SANGAT TEPAT UNTUK LELE DUMBO

Pada hakekatnya, kolam karpet dapat digunakan untuk budi daya pembesaran semua jenis ikan air tawar seperti mujair, nila, mas, dan lele lokal. Namun demikian, pemanfaatannya untuk pemeliharaan lele dumbo dianggap mempunyai nilai lebih dan prospek pasar yang cukup baik.



Kolam karpet dapat digunakan untuk semua jenis ikan air tawar,

tetapi paling berprospek untuk lele dumbo



Sebagai gambaran, lele lokal memerlukan waktu pemeliharaan selama 9 bulan hingga layak dipanen, sedangkan lele dumbo hanya 3 bulan. Prospek lele dumbo ini ditandai dengan semakin maraknya penjaja pecel lele di pingir jalan. Di pasar-pasar lokal hampir selalu terdapat penjual lele dumbo untuk konsumen langganannya. Restoran-restoran pun banyak yang menyediakan menu lele.



B. DAPAT DIBUAT DI LAHAN YANG RELATIF SEMPIT

Usaha pembesaran lele dumbo dengan kolam karpet dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. Lahan yang digunakan untuk kegiatan ini dapat berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi kurang produktif. Dalam setiap meter persegi kolam karpet dapat dipelihara lele dumbo sebanyak 50 - 70 ekor. Dengan pedoman ini, dapatlah ditentukan luas kolam yang akan dibuat sesuai lahan yang tersedia.

Lebar kolam tidak boleh lebih dari 3 m agar bagian dalam kolam tetap dapat terjangkau tangan sehingga proses pembersihan maupun pengambilan ikan menjadi lebih mudah. Dengan kondisi lahan yang relatif sempit berarti kegiatan ini bukanlah monopoli masyarakat pedesaan. Masyarakat di wilayah perkotaan pun memungkinkan

untuk mencoba kegiatan ini.

Jika tersedia lahan yang cukup luas dan ada rencana untuk membuat beberapa kolam karpet maka dianjurkan untuk memulainya dengan I unit kolam dengan ukuran lebar I m dan panjang 2 m. Setelah itu, barulah dibuat kolam karpet dengan ukuran lebar 3 m, panjang 6 m, dan tinggi I m dengan kapasitas 1.000 ekor lele.

Pada lahan yang relatif luas dapat dibuat beberapa unit kolam

karpet secara berjajar

Sarana air bersih untuk mengisi kolam harus tersedia. Sumber air ini dapat berasal dari sungai, sumur gali, sumur pompa, atau air PAM. Air tersebut akan digunakan untuk mengisi kolam pada saat awal, untuk menambah (jika volume air dalam kolam berkurang karena proses penguapan), dan untuk mengisi kolam kembali sehabis pengurasan.

C. TERHINDAR DARI PEMANGSA IKAN

Di dalam kolam karpet uji-terap tidak pernah ditemukan binatang seperti kepiting, ular air, apalagi biawak. Namun, binatang ini akan sering dijumpai di dalam kolam gali, dan memangsa ikan-ikan piaraan. Keadaan di sekitar kolam karpet yang selalu bersih akan mengurangi datangnya binatang-binatang ini untuk masuk ke dalam kolam.



Kebersihan di luar kolam lebih mudah dijaga sehingga dapat

mengurangi keberadaan hama pemakan ikan



D. TINGKAT KEMATIAN JAUH LEBIH RENDAH

Tingkat kematian (mortalitas) tertinggi dari populasi ikan piaraan dengan menggunakan kolam karpet hanya mencapai 3 %. Sementara, tingkat mortalitas dalam kolam gali dapat mencapai 10 – 30 %. Jika dibandingkan, hal ini jelas sangat jauh berbeda.

Dengan tingkat kematian yang rendah maka diharapkan akan diperoleh keuntungan usaha yang maksimal. Sebagai gambaran, dalam kegiatan uji terap dengan menggunakan kolam berukuran lebar 3 m, panjang 6 m, dan tinggi 1 m dapat diperoleh keuntungan usaha sebesar Rp 385.000,00 per masa panen (3 bulan). Meskipun demikian, tingkat kematian lele dalam kolam karpet belum dapat ditekan hingga 0 % (dalam arti tidak ada yang mati). Tingkat mortalitas 0 % tidak mungkin dapat dicapai selama pemeliharaan tersebut karena pada kenyataannya selalu terdapat ikan yang pertumbuhannya kecil (kerdil) sehingga dimangsa oleh ikan yang lebih besar (kanibalisme).



E. DILENGKAPI PENGATUR VOLUME AIR

Kolam karpet dilengkapi dengan alat pengatur volume air yang akan bermanfaat untuk memudahkan penggantian air maupun

Paralon sebagai pengatur volume air sangat mempermudah

Penggantian air maupun saat pemanenan



pemanenan. Selain untuk menghindari banjir, alat ini juga mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan. Penggantian air di dalam kolam dilakukan pada saat air telah tampak keruh akibat kotoran lele dan sisa-sisa makanan. Penggantian air juga perlu dilakukan pada waktu diadakan penyortiran (pengambilan lele yang pertumbuhannya kerdil). Dengan adanya alat pengatur volume air maka proses penggantian air menjadi lebih mudah.

Pada saat dilakukan pemanenan, bagian alat ini dibuka sehingga air di dalam kolam akan mengalir ke luar hingga kolam mengering. Lain halnya dengan kolam gali yang pada saat pemanenan sangat memerlukan tenaga maupun biaya karena air di dalam kolam harus ditimba atau dipompa ke luar kolam. Ketinggian air di dalam kolam yang ideal untuk bibit lele hingga usia 1 bulan adalah 30 cm. Jika ketinggian air lebih dari itu (misalnya 40 cm, 50 cm, atau 60 cm) maka lele seusia itu akan sulit bergerak sampai ke permukaan air untuk mengambil pakan yang mengambang atau untuk menjalankan proses mengalami kesulitan bergerak sampai ke permukaan air harus segera diatasi agar pertumbuhannya tidak terganggu (menjadi kecil atau kerdil) bahkan mati.

Pada saat musim hujan, tambahan air dari curah hujan yang masuk ke dalam kolam akan keluar secara otomatis melalui lubang-lubang pengaman pada bagian alat tersebut. Cara membuat alat pengukur volume air dan fungsinya akan dibahas khusus dalam Bab III.



F. MUDAH DIPINDAH-PINDAHKAN

Kolam karpet dapat dengan mudah dipindah-pindahkan letaknya sesuai dengan keiinginan. Jika kolam berada di halaman yang sempit dan tempat tersebut akan digunakan untuk suatu keperluan, misalnya pesta, maka lele segera dipanen dan kolam dapat digulung kemudian disimpan sementara.

Pembuatan kolam karpet juga dapat dijadikan peluang usaha. Kolam karpet ini dapat dibuat dan dijual secara khusus dalam satu paket karena kolam karpet dapat dengan mudah dipindahkan.

pernapasan. Terkadang lele tidak mampu berenang sampai ke permukaan air. Kalaupun lele mampu sampai ke permukaan air, biasanya dengan gerakan yang dipaksakan.

Setelah berusia 1 - 3 bulan, ketinggian permukaan air di dalam kolam ditambah secara berangsur-angsur hingga mencapai ketinggian 60 cm agar lele leluasa bergerak. Lele yang



G. DAPAT DIJADIKAN PELUANG USAHA SKALA MIKRO DAN MAKRO

Kolam karpet dapat dijadikan kegiatan usaha dalam skala mikro untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan memanfaatkan waktu luang dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga (protein hewani).

Selain usaha skala mikro, kolam karpet dapat pula untuk usaha skala makro (kegiatan agribisnis) yang berorientasi pada rencana target hasil, periodisasi produk, dan kontinuitas produk untuk memenuhi permintaan pasar.



H. HASIL LEBIH BERKUALITAS

Lele yang dihasilkan dari kolam karpet akan tampak lebih bersih dengan warna putih kebiru-biruan dan timbangannya pun seragam. Penampilan ini sangat berbeda dibandingkan dengan lele hasil kolam gali yang tampak kotor dan berwarna kehitam-hitaman.

Salah satu Tempat untuk membudidayakan Lele Dumbo adalah menggunakan Kolam Terpal yang disinyalir murah dan tahan lama dibandingkan dengan kolam tembk. sekian dan terimakasih semoga bermanfaat bagi kalian semua Amien.








Lele Dumbo

Sekarang ini banyak sekali orang yang mulai berbisnis dalam Budidaya Lele Dumbo karena pangsa pasarnya yang relatif banyak dan untungnyapun sangat menggiurkan. di bawah ini dijelaskan bagaimana cara berbudidaya lele dumbo


Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan yang termasuk dalam famili Claridae dan genus Clarias. Ikan lele dumbo ini merupakan ikan air tawar yang menyenangi air tenang. Spesies ini merupakan saudara dekat lele lokal (Clarias batrachus) yang selama ini dikenal, sehingga ciri-ciri marfologinya hampir sama. Ikan ini merupakan hasil perkawinan silang antara lele afrika dan lele Taiwan. (Khairuman dan Amri, 2002).
Ikan lele dumbo memiliki kecepatan tumbuh yang relative cepat yaitu umur 3 bulan pemeliharaan sudah layak panen.
Ikan lele dumbo memiliki prospek yang cukup baik, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya penjaja pecel lele di pinggir jalan, di pasar-pasar lokal selalu terdapat penjual lele dumbo yang kapasitas penjualannya lebih banyak disbanding ikan-ikan lain (hasil pengamatan di pasar RS).
B. Kolam Terpal
Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam gali maupun kolam semen. Kolam karpet pertama kali dicoba dan diciptakan oleh Bapak Mujarob, seorang petani di pedesaan wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1999. Karpet yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. Ukuran terpal yang di sediakan oleh pabrik bermacam ukuran sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan.
Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. Lahan yang digunakan untuk kegiatan ini dapat berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi kurang produktif.
Keuntungan lain dari kolam terpal adalah :
1. Terhindar dari pemangsaan ikan liar
2. Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk memudahkan pergantian air maupun panen. Selain itu untuk mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan.
3. Dapat dijadikan peluang usaha skala mikro dan makro,
4. Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam.
C. Petunjuk Cara Awal Pengisian Air dan Bibit
Untuk mendapatkan lele yang berkualitas dan hasil yang memuaskan maka kondisi kolam harus disesuaikan dengan habitat yang disukai lele.
1. Langkah Pertama
Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan kain atau sikat untuk menghilangkan bau lem atau zat kimia yang dapat mematikan bibit ikan. Setelah itu kolam dikeringkan selam satu hari, barulah kolam diisi dengan air setinggi 30 cm. Kedalaman tersebut sangat ideal bagi bibit yang sewaktu-waktu bergerak kepermukaan air. Air yang telah diisi dibiarkan selama seminggu.
2. Langkah kedua
Selanjutnya disiapkan bibit sebanyak 2000 ekor ukuran 3 – 5 cm. Untuk ukuran kolam 3 m x 4 m x 1 m. Pemakaian bibit sebaiknya ukuran yang telah memakan pellet butiran (F 999). Hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberian makan, agar tidak terjadi banyak kematian. Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukkan kedalam kolam Bibit yang ada dalam bungkusan plastic dimsukkan ke dalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam.



D. Perawatan Lele dumbo dalam Kolam Terpal
Perawatan ikan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya. Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut :
1. Penambahan air dan Pergantian air
Bila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga tinggi air kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm. secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 – 20 cm).
Pergantian air dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung). Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat). Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hamper kering). Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat.. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar).
2. Pemberian Pakan
Pemberian pakan lele dumbo harus disesuaikan dengan besar mulut ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah f 999 sampai umur ikan 2 minggu, kemudian 781-2 sampai umur ikan 2 bulan dan 781 sampai umur ikan siap panen yaitu 3 bulan. Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konfersi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konfersi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan.

Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan samapai 3 bulan. Pemberian bangkai ayam atau usus ayam haruslah yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan ikan . Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan lele dalam usaha makro, sebaiknya pakan pellet tersebut harus dibuat sendiri . Akhirnya dari uraian tentang pakan lele perlu digaris bawahi upaya yang harus dilakukan yaitu menekan pengeluaran biaya pembelian pakan untuk memaksimalkan perolehan hasil usaha.
E. Panen
Panen ikan lele dikolam terpal dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua). Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 samapai 10 ekor per kg. atau sesuai dengan keinginan pasar, kemudian ukuran yang kecil dipelihara kembali.
Panen sekaligus biasanya dengan menambah umur ikan agar ikan dapat dipanen semua dengan ukuran yang sesuai keinginan pasar.

olam konvensional adalah kolam yang umum dibuat oleh masyarakat dan secara teknis metode pembuatannya telah diterapkan secara turun-temurun. Kolam yang termasuk dalam kategori ini, yaitu kolam gali dan kolam semen.

Kolam gali sering kali juga berfungsi sebagai tempat pembuangan air limbah keluarga yang lazim diistilahkan sebagai kolam comberan. Pada kenyataannya, lele memang dapat hidup dan berkembang biak di dalam air kotor semacam ini.

Risiko yang sering dialami pada penggunaan kolam gali adalah kekeringan air atau sebaliknya malah kebanjiran. Pada musim kemarau, kolam gali akan mengalami kekurangan air, bahkan kering. Sementara pada musim hujan, air dalam kolam dapat meluap hingga melampaui tinggi pematang kolam. Dengan demikian, lele lebih leluasa keluar kolam dan bertebaran di mana-mana sehingga akan mengakibatkan petani mengalami kerugian dalam usahanya.



Penggunaan kolam gali untuk budi daya ikan selalu mengandung

risiko kekeringan air dan kebanjiran



Selain kolam gali, ada pula masyarakat yang menggunakan kolam semen yang dibangun di dalam tanah atau di atas permukaan tanah. Kolam semacam ini tentu saja memerlukan biaya relatif mahal karena bahan pembuatnya dari semen.

Risiko yang dialami dari penggunaan kolam semen, selain kekeringan air dan kebanjiran, tidak jarang juga mengalami kebocoran yang sulit diatasi. Hampir dapat dipastikan pertumbuhan pepohonan di sekitar kolam pun akan mengakibatkan keretakan dinding atau dasar kolam sehingga terjadi kebocoran atau perembesan.

Ada pula risiko lain yang kemungkinan terjadi pada kolam gali maupun kolam semen. Jika dalam kondisi tertentu, kolam ini tidak dimanfaatkan lagi karena lahan yang tersedia akan dimanfaatkan untuk keperluan lain maka kolam tersebut harus ditimbun dengan tanah. Dalam hal ini pasti memerlukan tenaga dan biaya. Sementara,

jika kolam-kolam tersebut ditelantarkan, berarti menjadi sia-sia dan kemungkinan besar akan menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.

Demikianlah cara Budidaya Lele Dumbo semoga dapat bermanfaat bagi para pemula sekian dan terimakasih. mohon maaf apabila banyak kesalahan.

























Kamis, 01 November 2012

Budidaya Lele Sangkuriang

Ini adalah cara Budidaya lele sangkuriang, lele sangkuriang hampir sama dengan lele dumbo perbedaannya hanya dalam hal ukurannya saja, kalau lele sangkuriang lebih besar sedikit dari lele dumbo. cara budidayanya seperti di bawah ini : 

Cara Budidaya-Beternak Lele Sangkuriang
TEKNIK CARA PEMBENIHAN LELE SANGKURIANG DAN PAYTON
Dalam melakukan pemijahan lele sangkuriang dan payton ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
1. Persiapan Membuat kolam pemijahan.
Kolam Pemijahan bisa dibuat dengan cara membuat kolam terpal yang lebih praktis dan ekonomis dan mudah dalam pelaksanaannya. Untuk kolam pemijahan bisa dibuat dengan ukuran 4m x 2m dengan ketinggian dinding kolam 1 meter.






2. Pembuatan Kakaban.

Kakaban dibuat dengan menggunakan ijuk yang telah dibersihan dari lidi-lidi besarnya dengan maksud agar lele tidak terluka pada saat melakukan pemijahan, ijuk tersebut dipotong kurang lebih 30 - 40 cm kemudian dipaku bersama dua bilah bambu yang sudah diserut halus. Panjang kakaban dibuat 1,5 m dan untuk kolam ukuran 2m x 4m dibutuhkan 14 - 18 buah kakaban.





3. Persiapan Kolam Penetasan.



Kolam penetasan dibuat dengan ukuran 4m x 3m dengan ketinggian dinding 50cm, kolam ini juga dibuat dengan menggunakan terpal agar lebih mudah. Untuk satu kali pemijahan dibutuhkan 5 buah kolam penetasan, ini disebabkan telur yang dihasilkan sangat banyak jadi harus dibagi ke beberapa kolam penetasan.










4. Persiapan Indukan.
Dalam melaksanakan pemijahan harus disiapkan indukan yang siap untuk pemijahan baik jantan ataupun betina. Ciri indukan yang siap untuk betina adalah alat kelamin sudah berwarna merah jambu ataupun kalau itu tidak begitu kelihatan tinggal dipegang perutnya kalau terasa lembek berarti sudah siap. Untuk yang jantan juga sama bila alat kelaminnya sudah kelihatan berwarna merah mudah dan menonjol atau bisa juga dilihat dari siripnya bagian atas yang berdiri.





















5. Persiapan Pemijahan.

Setelah disiapkan kolam pemijahan kita bisa memulai proses persiapan pemijahan antara lain :
a. Pengaturan kakaban didalam kolam pemijahan.
kakaban yang telah disiapkan diatur didalam kolam pemijahan lele sangkuriang secara teratur dan rapat sehingga semua telur bisa menempel dengan bagus di kakaban tersebut dan juga agar indukan lele tidak stres. Kakaban yang sudah diatur di dasar kolam selanjutnya ditahan bambu dengan maksud agar kakaban setelah diisi air tidak naik keatas, (lihat foto).










b. Mengisi kolam pemijahan dengan air bersih.
Setelah kakaban selesai diatur di kolam pemijahan selanjutnya dilakukan pengisian kolam dengan air bersih setinggi 25 sampai dengan 30 cm.








c. Pemindahan Indukan.
Kolam yang sudah terisi air berarti telah siap untuk diisi indukan, indukan yang sudah kita siapkan baik jantan atau betina segera dipindahkan ke dalam kolam pemijahan dengan menggunakan seser secara pelan-pelan agar lele tidak stres. Pemindahan indukan sebaiknya dilakukan pada sore hari sekitar jam 16.00.










d. Proses Perkawinan.
Selama indukan didalam kolam pemijahan jangan sekali-kali membuat kegaduhan di sekitar kolam karena menyebabkan lele tidak akan bertelur dengan baik, lele baru akan bertelur kurang lebih setelah subuh sampai pagi hari apabila kondisi lingkungan tenang.

6. Pemindahan Telur.Biasanya pagi hari sekitar jam 6-7 pagi telur sudah bisa dilihat dengan mata kita ditandai adanya butiran warna hujau gelap diatas kakaban dan akan terlihat banyak sekali karena satu indukan bisa bertelur sampai 30.000 butir, selanjutnya pada sore harinya bisa diipindahkan masing-masing kakaban yang berisi telur ke masing-masing kolam penetasan.

























Setelah semuanya berapa pada kolam masing-masing tnggal menunggu benih tersebut menetas pada keesokan harinya, biasanya pagi sudah kelihatan adan larva yang berenang disekitar kakaban apalagi dibawah kakaban akan kelihatan ribuan larva yang sedang berkumpul.


Demikian ulasan singkat mengenai teknik cara pemijahan lele sangkuriang secara alami semoga berguna bagi rekan-rekan sesama pencinta lele sangkuriang dan paiton..
sumber:http://lelesurakarta.blogspot.com/2011/03/cara-pembenihan-lele-sangkuriang-dan.html
>>>>Prospek Usaha Pembenihan Ikan Air Tawar
>>>>Cara Budidaya Ikan Lele Dumbo Dengan Menggunakan Kolam Terpal


lele sangkuriang ,lele sangkuriang nasrudin ,lele sangkuriang bogor ,lele sangkuriang bandung ,lele sangkuriang depok ,budidaya lele sangkuriang ,ternak lele sangkuriang ,pakan lele sangkuriang ,cara budidaya lele sangkuriang ,beternak lele sangkuriang 

itulah cara Budidaya lele sangkuriang semoga dapat bermanfaat bagi para pencinta bisnis lele. terimakasaih

ikan lele

berikut ini adalah cara budadaya ikan lele bagi para pemula, biasa nya para pemula suka kebingung untuk terjun ke usaha budidaya lele, padahal budidaya ini kalau ditekuni sangant menjanjikan sekali krena cepatnya untuk di panen dan permintaan lele yang semakin hari semankin meningkat .

Budidaya Ikan Lele – Buka Mata. Bagi pemula yg ingin mengetahui “Cara Budidaya Ikan Lele” perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut:

A. Mengenali Ikan Lele
Untuk Budidaya Ikan Lele, sebaiknya kenalilah jenis-jenisnya, habitatnya, makanan & tata cara perawatannya.
B. Perisapan Kolam Ikan lele
Di dlm budidaya ikan lele memerlukan kolam yg ideal. Kolam ikan lele yg tdk memenuhi persyaratan akan berakibat buruk utk kelanjutan budidaya ikan lele, kolam haruslah disesuaikan dgn kebutuhan, apakah utk segmen pembenihan atau segmen pembesaran, demikian juga dgn jenis kolamnya, kolam tanah, kolam semen atau kolam terpal, ukuran kolam juga harus diperhatikan agar dpt disesuaikan dgn kisaran tebar ideal yg biasanya berkisar 100 s/d 120 ekor/m2.
C. Persiapan Air Kolam
Hal yg perlu diperhatikan dlm budidaya ikan lele adalah persiapan air kolam. Persiapan ini juga wajib & berperan sangat penting, karena banyak penyakit & tingginya angka kematian ikan lele yg penyebabnya karena kondisi air yg tdk memenuhi syarat, misalnya PH airnya, banyak pengusaha ternak ikan lele hanya sebatas mengetahui saja bahwa PH yg baik utk ikan lele adalah antara 7 s/d 8, tapi tdk menerapkannya. Hal ini sangat merugikan, khususnya dlm usaha budidaya ikan lele, jangan menebar benih ikan lele dgn kondisi PH yg belum memenuhi syarat, sebaiknya gunakan alat pengukur PH agar tepat. Karena PH-nya cocok maka Sekali ikan lele akan merasa nyaman & sesuai dgn kebutuhan hidupnya dgn melaksanakan persiapan air kolam secara benar shg ikan lele dapat tumbuh & berkembang sesuai dgn target produksi.
D. Tata Cara Pemberian Pakan Ikan Lele
Tata cara pemberian pakan ikan lele di budidaya ikan lele jangan dianggap remeh, karena pemberian pakan ikan lele yg salah bisa mengakibatkan pemborosan & bisa juga membuat ikan lele menjadi mati. Kalau ada waktu, silakan mampir utk mengetahui tata cara pemberian pakan di artikel 'cara pemberian pakan ikan lele'.
E. Proses Pengambilan & Penebaran Indukan atau Bibit Ikan Lele
Proses pengambilan & penebaran indukan atau bibit ikan lele di budidaya ikan lele harus dilakukan dgn benar, misalnya proses pembelian induk utk segmen pembenihan, selain kualitas indukan ikan lele yg harus baik, tempat pembelian juga harus terjamin & dapat dipercaya, setelah itu proses pengiriman indukan juga harus dgn cara-cara yg benar, agar indukan ikan lele tdk stres & selamat sampai ke kolam, pada saat indukan ikan lele dilepaskan dikolam indukan juga harus dgn tata cara yg benar. Pada tahap pembenihan juga ada proses penyortiran, bibit lele yg sudah disortir sesuai dgn ukurannya akan dijual atau dimasukkan kedlm kolam pembesaran benih selanjutnya. Para pembudidaya ikan lele biasanya melakukan proses puasa pada benih lele sebelum melakukan penyortiran, hal ini juga dilakukan oleh pembudidaya ikan lele pada segmen pembesaran, para pembudidaya ikan lele di segmen pembesaran biasanya tdk langsung memberi makan pada bibit lele yg baru ditebar selama setengah hari, bibit lele yg ditebar & langsung diberi pakan lebih rentan terserang penyakit & mengalami kematian.
 
demikianlah cara budidaya ikan lele bagi para pemula, semoga anda lebih giat lagi dalam menekuni usaha ini, karena kalau dilakukan secara sungguh-sungguh usaha ini sangat menjanjikan sekali bahkan banyak jutawan yang kaya akibat menekuni bisnis ini maka kalian sebagai pemula jangan ragu-ragu lagi untuk menjalankan usaha ini. selamat mencoba agan-agan sekalian