Pages

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2012

jagung ungu sebagai obat untuk penyakit diabet

Semakin berkembang zaman semakin berkembang pula jenis penyakit yang bermunculan itu menurut saya looo heheheh
bagi para penderita penyakit Diabet dan ginjal jangan khawatir lagi lagi sekarang sudah ditemukan obat murah untuk penyakit diabet yaitu jagung yang berwarna Ungu. khasiatnya akan dijelaskan di bawah ini : 




Kalau biasanya jagung manis putih dan kuning maka sudah saatnya berkenalan dengan jagung ungu.

Kalau dilihat dari penampakannya mungkin anda mengira ini jagung yang sudah dibakar tetapi sebenarnya tidak. Warna biji jagung ini memang ungu dalam keadaan mentah. Konon rasanyapun tidak jauh berbeda dari jagung yang biasa kita konsumsi.


Seperti dilansir oleh IndiaTimes jagung ini merupakan pengembangan makanan masa depan yang dibuat sedemikian rupa sehingga lebih bermanfaat untuk kesehatan.

Beberapa manfaat jagung ungu adalah untuk menyembuhkan diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal. Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang disebabkan karena gaya hidup tidak sehat. Mengkonsumsi jagung ungu secara teratur diklaim dapat menyembangkan gula darah.

Jagung ungu saat ini hanya dikembangkan di daerah Cili dan Peru. Karena potensinya yang tinggi kemungkinan besar akan dikembangkan di daerah lain. Warna ungu pada jagung ini disebabkan karena adanya antosianin (sejenis flavonoid) yang merupakan salah satu zat anti diabetes.

Jagung ungu juga diteliti oleh para peneliti dari departemen pangan dan nutrisi serta biokimia universitas Hallym Korea. Kandungan Antosianin aktif dalam jagung tersebut belum diketahui secara pasti bagaimana mekanisme kerjanya untuk mengatasi diabetes. Namun apabila zat ini benar-benar dapat digunakan untuk penyakit diabetes maka para ilmuwan akan membantu mengembangkan jagung ungu.

Penelitian tentang ini dipublikasikan pada the American Journal of Physiology - Renal Physiology. Jika benar terbukti jagung ini bermanfaat maka ini merupakan harapan baru bagi penderita diabetes tipe 2 dan penderita penyakit ginjal.


Demikianlah tentang  obat murah untuk penyakit diabet mudah-mudahan dapat di coba kalau sakit berlanjut segera hubungi dokter ini hanya penemuan baru saja dan saya share supaya kalian semua sebelum berobat ke RS yang pastinya akan mengeluarkan kocek yang lumayan tidak sedikit maka saya anjurkan coba dulu jagunng yang berwarna ungu ini. terimakasih mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Rabu, 07 November 2012

Penyakit Diare

Ada berbagai jenis penyakit sala satu penyakit yang sering diidap oleh kebanyakan oranng adalah penyakit diare. di bawah ini dijelaskan cara untuk menyembuhkan peneyakit diare yaitu dengan terapi : 

Terapi diare dengan Vaksin rotavirus
Ditengah kontroversi, penghargaan Ahmad Bakrie Award 2010 tetap dihelat pada Kamis, (05/08). Ada enam kategori dan enam tokoh yang diberi penghargaan, satu diantaranya adalah S Yati Soenarto dibidang kedokteran. S Yati Soenarto terpilih atas penemuan rotavirus sebagai penyebab terbesar diare serta mengubah paradigma lama terapi diare yang terlalu banyak mengandalkan antibiotik dan antiparasit (Kompas, 6/8/2010).



Sebelumnya diberitakan bahwa dosen Fakultas Kedokteran (FK) UGM. Prof dr Sri Suparyati Soenarto SpA (K) PhD pernah menerima penghargaan internasional berupa Pediatric Award. Penghargaan tersebut diberikan (APPA) The Asian Pasific Pediatric Association pada 14-18 Oktober 2009 lalu di Sanghai, China. Prof Yati merupakan salah satu dari 12 penerima penghargaan APPA dari 2.500 dokter ahli anak se-Asia Pasifik yang masuk seleksi untuk kategori tersebut. Ia merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia yang menerima penghargaan yang diberikan setiap tiga tahun sekali tersebut (Republika, 09/12/2009).


Infeksi berat rotavirus (gastroentritis karena rotavirus) merupakan penyebab utama diare berat dengan dehidrasi pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus dapat digunakan untuk mencegah infeksi rotavirus penyebab diare pada anak. Namun di Indonesia vaksin rotavirus tersebut belum masuk dalam rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2008. Rotavirus sendiri adalah salah satu virus yang menjadi penyebab diare. Diare adalah penyakit yang menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak sehingga tidak bisa dianggap sepele. Sekitar 50 persen hingga60 persen dari angka kejadian diare akut pada anak disebabkan rotavirus di Indonesia.


Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) rotavirus telah menyebabkan kematian setiap tahun sekitar 527.000 bayi/balita di seluruh dunia. Dengan kata lain, kasus diare yang disebabkan rotavirus menyebabkan lebih dari setengah juta kasus kematian di seluruh dunia tiap tahunnya. Rotavirus merupakan penyebab tertinggi penyakit diare yang kerap menyerang bayi usia 6 bulan ke atas dan anak-anak di bawah usia 3 tahun. Kasus kematian biasanya terjadi di negara-negara sedang berkembang yang pelayanan kesehatannya tidak optimal dan kondisi nutrisi yang kualitasnya rendah. Bahkan di Amerika Serikat, 3 juta kasus dan 55 ribu kasus yang harus dirawat di rumah sakit pada anak-anak di bawah 5 tahun tiap tahunnya akibat infeksi rotavirus.


Ketika anak-anak terserang rotavirus, gejala klinis adalah mata terlihat cekung, sering rewel, makanan yang sudah ditelan kadang dimuntahkan kembali dan diare berulang-ulang. Biasanya, setelah terinfeksi rotavirus gejalanya baru timbul dalam waktu 1-3 hari. Tapi pada bayi di bawah usia 3 bulan yang menderita infeksi rotavirus bahkan tidak memperlihatkan gejala.


Awalnya, gejala yang timbul adalah muntah mendadak. Kejadian muntahnya terjadi tiba-tiba dan sulit dihentikan meski diberi obat-obatan. Gejala berikutnya kadang terjadi demam meski bukan demam tinggi yang kadang disertai kejang pada perut. Kemudian pada akhirnya diare dalam jumlah banyak yang menyebabkan balita dengan cepat kekurangan cairan dalam tubuhnya dan bayi pun terlihat lemas.


Penyebab dan Intervensi


Penyebaran rotavirus lebih banyak disebabkan menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus. Munculnya rotavirus biasanya akibat lingkungan tempat tinggal sang bayi yang tidak terjaga kebersihannya. Contohnya, dot bayi dan botol susu tidak dicuci bersih sehingga sisa susu masih tertinggal baik di dot maupun di botol susunya sehingga menimbulkan bau tak sedap, demikian pula perlengkapan makan dan minum sang bayi yang tidak dicuci bersih. Minimnya kebiasaan orang tua mencuci tangan sang bayi sebelum makanpun dapat menjadi faktor resiko terjangkitnya rotavirus.


Selain itu, kotoran sang bayi yang tidak segera dibersihkan atau dibuang akan berpotensi menjadi sarang virus. Kotoran (tinja) yang mengering dan kemudian menyebar melalui udara turut menjadi penyebab penyebaran rotavirus. Penyebaran jenis ini disebut fecal-oral. Karena itu, kotoran sang bayi seyogyanya segera dibersihkan dan tidak dibiarkan mongering karena akan berpotensi menularkan virusnya pada anak-anak lain disekitarnya. Rotavirus yang rata-rata bisa hidup di luar tubuh manusia berminggu-minggu bisa juga menular melalui perantara makanan dan/atau minuman yang sudah tercemar virus. Rotavirus bisa hidup didalam air dan diatas permukaan tanah.


Virus menular melalui feses dari orang yang terinfeksi baik sebelum maupun sesudah mereka menunjukkan gejala penyakit. Anak-anak dapat terinfeksi ketika mereka memasukkan jari mereka ke mulut setelah menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi virus. Biasanya hal ini terjadi ketika anak-anak tidak mencuci tangan mereka, khususnya pada saat sebelum makan dan sesudah menggunakan toilet. Orang yang bekerja dengan anak-anak seperti di pusat pelayanan kesehatan dan penitipan anak dapat menyebarkan virus khususnya ketika mereka tidak mencuci tangan setelah mengganti popok (www.sehatgroup.web.id).


Bila anak-anak terserang diare, maka besar kemungkinan anak-anak kekurangan cairan dalam tubuh sehingga bisa mengalami dehidrasi. Anak-anak yang mengalami dehidrasi, gejalanya seperti anak jadi rewel akibat kehausan, anak sering minta minum, kadang memuntahkan kembali air yang diminum, mata terlihat cekung, kulit perut ketika dicubit tidak kenyal. Sedangkan bila anak-anak berada pada kondisi dehidrasi berat, tanda-tandanya adalah kesadaran anakmenurun, kaki tangan terasa dingin disertai dengan kejang.


Intervensi terhadap anak yang mengalami dehidrasi berupa pemberian cairan oralit. Selain oralit bisa pula berupa cairan pengganti oralit seperti air putih yang ditambahkan garam seujung sendok, atau air tajin atau sedikit minuman isotonik. Kadang sang bayi masih sering muntah ketika diberikan cairan oralit atau pengganti oralit, karena itu harus menunggu selang waktu sekitar 5 – 10 menit hingga anak terlihat tenang. Untuk menambah nutrisi akibat diare dan muntah, sang bayi tetap harus diberikan susu dengan takaran yang cukup.


Bagi anak yang kebiasaan minum melalui dot atau gelas, dalam tahap pemberian oralit atau cairan pengganti oralit digunakan dengan sendok agar lebih efektif. Hal ini didasari pertimbangan bahwa lambung yang mendadak diisi cairan secara penuh tidak mampu menyerap cairan dalam jumlah banyak. Jika lambung mendadak diisi penuh, maka sang bayi bisa saja memuntahkan kembali atau keluar cairan oralit melalui diarenya.


Sebagai langkah terakhir, bila dirasa darurat, maka perlu segera periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan sang bayi agar segera mendapat pertolongan medis. Masa penyembuhan diare rotavirus ini bisa terjadi antara seminggu hingga 10 hari. Meski demikian, jika penanganannya terlambat akan terjadi hal yang fatal, terutama jika cairan dan elektrolitnya tidak segera diganti.


Vaksin rotavirus untuk saat ini belum banyak digunakan di Indonesia, hal ini mungkin disebabkan karena faktor harganya yang relatif masih mahal sekitar Rp 300 ribu-Rp 500 ribu satu kali vaksin. Saat ini hampir semua negara Eropa, Amerika, Cina, India, Bangladesh, dan Filipina sudah menggunakan vaksin rotavirus. Bahkan di negara Filipina dan Amerika mewajibkan pada bayi vaksinasi rotavirus yang diberikan 2-3 kali pada bayi usia 6-8 minggu.


Menurut Prof Yati, FK UGM saat ini bekerja sama dengan Melbourne University dan PT Biofarma, berusaha memproduksi vaksin tersebut sehingga diharapkan harganya tidak terlalu mahal.Apabila disetujui Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), maka sudah disiapkan delapan rumah sakit (enam rumah sakit pendidikan, RSUD Kodya Yogyakarta dan RSUD Purworejo) untuk post marketing surveillens vaksin rotavirus. Vaksin ini diharap bisa mengurangi diare akibat rotavirus.
Pengalaman Amerika Serikat


Pada Maret 2010, di Amerika Serikat melalui instansi pemegang otoritas bernama Badan Obat dan Makanan Amerika (FDA) pernah menarik vaksin rotavirus dari peredaran, namun akhirnya dinyatakan aman dan boleh dipakai kembali. Ketika itu FDA meminta dokter menghentikan sementara pemberian vaksin oral tersebut karena diduga terkontaminasi virus yang tidak berbahaya dari babi.


Kemudian, FDA mengidentifikasi sumber kontaminasi dan menyelidiki efek samping yang mungkin timbul. Meski selama ini virus dari babi, disebut juga procine circovirus 1 (PCV1) itu tidak terbukti menyebabkan penyakit pada manusia. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh FDA Jumat (14/5), disebutkan berdasarkan evaluasi dan hasil riset laboratorium produsen vaksin Rotarix dan laboratorium FDA, ditambah tinjauan dari para ilmuwan dan pakar kesehatan, vaksin rotavirus dinyatakan aman dan boleh dilanjutkan pemakaiannya (Kompas.com).


FDA menyatakan pemberlakuan kembali vaksin rotavirus setelah melakukan penyelidikan atas catatan uji klinis terhadap lebih dari 10 ribu pasien serta berdasarkan testimony dari ribuan orang penerima vaksin. Akhirnya FDA mengambil kesimpulan bahwa tidak ada bukti bahwa PCV1 atau PCV2 menimbulkan bahaya pada manusia ataupun menyebabkan infeksi atau penyakit. Dan para dokter di Amerika Serikatpun diperbolehkan memberikan vaksin pada pasiennya.


Dari aspek pencegahan, sekarang The American Academy of Pediatrics (AAP) telah merekomendasikan vaksinasi rotavirus dalam daftar imunisasi rutin yang diberikan pada semua bayi di Amerika. Vaksin RotaTeq terbukti dapat mencegah hingga kira-kira 75 persen kasus infeksi rotavirus dan 98 persen adalah kasus yang berat. Vaksin lain yakni Rotarix, juga tersedia dan efektif untuk mencegah infeksi rotavirus. 
 
Demikianlah cara untuk menyembuhkan penyakit diare yaitu dengan cara terapi Vaksin Rotavirus. Janganlah engkau anggap remeh penyakit walaupun penyakit tersebut penyakit yang dianggap paling enteng untuk disembuhkan, sekian dan terimkasih mudah-mudahan bermanfaat. 


Senin, 05 November 2012

cara mengatasi Flu pada anak-anak

Sekarang musim hujan telah datang, banyak sekali penyakit bermunculan salah satunya adalah penyakit influensa atau sering disebut juga dengan Flu,, siapa saja dpat terjangkit oleh penyakit ini tidak hanya orang dewasa anak-anakpun bisa terjangkit,, ini ada cara untuk mencegah penyakit Flu khususnya bagi anak-anak


Cara Mengatasi Batuk dan Pilek Pada Anak

Menurut ilmu Naturophaty, batuk dan pilek tidak selalu berarti reaksi negatif tubuh, bahkan itu merupakan bagian dari reaksi positif tubuh untuk mengeluarkan kelebihan toksik atau racun yang bertumpuk pada saluran pernafasan yang kerap terjadi. produksi slem/lendir/dahak ketika kita mengalami batuk dan pilek merupakan proses membuang toksik, walaupun prosesnya selalu tidak nyaman. tugas kita adalah membantu tubuh agar proses ketidak nyamanan itu tidak berlangsung terlalu lama. Apabila gejala ini diatasi dengan baik, batuk dan pilek akan lebih cepat sembuh.

CARA PENANGANAN BATUK DAN PILEK PADA ANAK :

1. usahakan minum air putih hangat sesering mungkin. Ini akan membantu proses pengeluaran slem lebih cepat.
2. berikan jus jeruk ditambah madu dua kali dalam sehari. Pagi kala perut kosong dan malam sebelum tidur.
3. ajari anak untuk menghisap uap air panas yang dicampur beberapa ramuan herbal pagi dan sore hari selama 10 – 15 menit atau semampunya (cara buat : didihkan 1 liter air + 1 ibu jari jahe + sejumput cengkeh + 1 sendok makan garam + sedikit mint kalau ada) berfungsi sebagai oabat inhalasi untuk melonggarkan saluran nafas dan mengeluarkan slem.
4. kompres hangat sekitar hidung, kening, muka dan bagian dada selama 30 menit sd 1 jam.
5. berikan ramuan herbal bikinan sendiri : didihkan 4 gelas air + 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari laos, + ibu jari kayu manis, 2 batang serai, di iris iris, tambahkan 6 lembar daun sirih yang dipotong potong dan sejumput cengkih. Biarkan hingga air tinggal 2 gelas. Berikan 1 gelas dipagi hari dan 1 gelas disore hari. Ditambah dengan 2 sdm madu.
6. ketika anak tidak selera makan, tak usah cemas apalagi dipaksa makan. Berikan air madu hangat sesering mungkin ditambah jus buah buahan secukupnya.


Sumber : DR Husen A. Bajri, M.D., Ph.D

Catatan :

Kapan menghubungi dokter?
 Persistent cough, fever > 72 hours
 Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
 Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek kimia yang efektif untuk bayi dan anak

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.
Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.
Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.
Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.
Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia

Itulah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit Flu pada anak-anak. mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi para orang tua.