Pages

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2013

kisah di balik tanggal 10 Muharam

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
 kenapa tanggal 10 Muharam itu selalu di peringti???
di bawah ini akan dijelaskan peristiwa tanggal 10 Muharram selamat membaca :
1. Nabi Adam As dan Siti Hawa Alaihassalam
setelah 40 tahun terpisah di bumi maka Allah mempertemukan kembali orang tua pertama umat manusia ini di bukit Arafah pada tanggal 10 Muharram
2. Nabi Nuh As
setelah beberapa hari berada di atas kapal karena banjir yang mengadzab umat beliau yang kufur dan mungkar termasuk putra Nabi Nuh yang bernama Kan'an maka Allah melabuhkan kapal Nabi Nuh di bukit judi tepat pada tanggal 10 Muharram
3. Nabi Dawud As
ketika perang antara prajurit raja Jalut dan prajurit raja Thalut yang waktu itu sedang berlangsung tiba-tiba saja diluar dugaan raja Thalut salah seorang prajuritnya yang masih muda bernama Nabi Dawud As berhasil membunuh Raja Jalut dan kontan seketika itu juga Raja Thalut mengangkat Nabi Dawud sebagai panglima perang tepat pada tanggal 10 Muharram
4. Nabi Sulaiman As
Nabi yang juga putra dari Nabi Dawud As ini menduduki tahta kerajaan ayahandanya di usia yang masih muda dan berhasil menaklukkan sebuah negeri yang dipimpin oleh Ratu Bilqis sebuah negeri dimana seluruh rakyat dan prajuritnya hanya menyembah matahari akan tetapi kemudian Nabi Sulaiman berhasil mempersunting Ratu Bilqis dan menikahi Ratu Bilqis tepat pada tanggal 10 Muharram
5. Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim berhasil diloloskan oleh Allah dari kobaran api setelah Raja Namrudz beserta prajurit dan rakyatnya menyangka Nabi Ibrahim hangus terbakar ternyata Allah berkehendak lain Ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishak ini merasakan sejuk ketika dibakar dan keluar dari amukan api pada tanggal 10 Muharram
6. Nabi Yusuf As
Nabi Yusuf merupakan putra dari Nabi Ya'kub As beliau pernah menafsirkan mimpi penguasa Mesir yang waktu itu bermimpi melihat 7 ekor sapi yang gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi yang kurus dan 7 tangkai gandum yang subur menjadi mati akibat dimakan oleh 7 tangkai gandum yang layu dan berhasil diangkat menjadi bendahara kerajaan tepat pada tanggal 10 Muharram
7. Nabi Yunus As
Nabi Yunus pernah dibuang ke laut disebabkan kapal yang beliau tumpangi berat sebelah dan Allah berkehendak lain selama di laut beliau dimakan oleh ikan Nun yaitu semacam ikan paus beliau berada di perut ikan tersebut berhari-hari tidak makan dan tidak minum dan beliau di muntahkan oleh ikan tersebut di daratan dimana beliau pernah meninggalkan kaumnya hanya karena kaumnya tidak mau bertaubat tepat pada tanggal 10 Muharram
8. Nabi Musa As
Nabi Musa bersama kaumnya bani Israil lari dari kejaran fir'aun yang kejam dan mengaku Tuhan yang wajib disembah di tengah-tengah pelarian tersebut Nabi Musa membawa serta kakak serta orang tuanya dan ketika di tepi laut merah salah satu kaumnya ada yang bertanya "dengan apa kita menyebrangi lautan ini wahai Musa?" lalu tanpa berpikir panjang Nabi Musa memukulkan tongkatnya di batu karang yang akhirnya laut merah menjadi terbelah dan beliau dan pengikutnya bisa menyelematkan diri tetapi di belakang mereka fir'aun dan prajuritnya tetap mengejar yang pada akhirnya Nabi Musa As memukul kembali tongkatnya yang akhirnya laut merah menutup dan fir'aun dan prajuritnyapun tenggelam tetapi Allah Maha Kuasa mayat fir'aun tidak ditenggelamkan tetapi justru di apungkan dan Nabi Musa selamat dari kejarang fir'aun tepat tanggal 10 Muharram
9. Nabi Isa As
ketika dikejar oleh tentara romawi Nabi Isa justru bersembunyi di sebuah tempat dan salah seorang muridnya yang berkhianat Yudas Iskairot memberi tahu tentara romawi bahwa Nabi Isa bersembunyi di sebuah tempat akan tetapi Allah berkehendak lain Yudas wajahnya diserupakan dengan Nabi Isa dan Nabi Isa di angkat ke langit oleh Allah tepat pada tanggal 10 Muharram
10 Rasulullah SAW
Rasulullah berangkat hijrah bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq dan bermalam di desa Quba dimana beliau pertama kali membangun Masjid Quba dan sekaligus melaksanakan Sholat Jum'at di situ dan keesokan harinya beliau bersama sahabat Abu bakar Ash-Shiddiq melanjutkan perjalanan ke Yatsrib "Madinah" sekarang dan disana beliau disambut oleh sahabat anshor dan sahabat muhajirin yang berangkat terlebih dahulu tepat pada tanggal 10 Muharram
dan di zaman walisongo sendiri ada kejadian yang berbeda dari kejadian para Nabi di atas yaitu ketika Sunan Bonang pergi berdakwah beliau lupa dengan Sunan Kalijaga yang masih menunggui tongkatnya akhirnya Sunan Bonang berhasil melantunkan Adzan untuk membangunkan Sunan Kalijaga tepat tanggal 10 Muharram
demikianlah kisah dibalik tanggal 10 Muharram mudah-mudahan bermanfaat

Senin, 05 November 2012

Pengantar Hadits Arbain

Pedoman Umat Islam adalah Al-Quran dan Hadits, ada bermacam-macam jenis Hadits salah satunya adalah Hadits Arbain. inilah pengantar hadits Arbain :
  

Pengantar Hadits Arbain

Hadits Arba’in Nawawiyah adalah kumpulan 40 hadits Nabi saw yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi ra. dan merupakan kitab yang tidak asing bagi kita umat Islam, bukan hanya di Indonesia namun di seluruh dunia. Umat Islam mengenalnya dan akrab dengannya, karena banyak dibahas oleh para ulama dan menjadi rujukan dalam menyebarkan ajaran Islam kepada kaum muslimin berkaitan dengan kehidupan beragama, ibadah, muamalah dan syariah.

Mungkin Imam Nawawi dalam mengumpulkan hadits-hadits ini ter inspirasi dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Ali, Abdullah bin Mas’ud, Mu’adz bin Jabal, Abi Darda, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Abu Sa’id Al-Khudhri –semoga Allah meridhai mereka semua- dari berbagai metode periwayatan- bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menghafal dari umatku 40 hadits –yang berisi di dalamnya- akan perkara agamanya, maka Allah akan membangkitkannya di hari kiamat nanti bersama golongan para fuqaha dan ulama”. Dalam riwayat lain disebutkan, “Allah akan membangkitkannya sebagai seorang faqih dan alim”. Dan dalam riwayat Abu Darda, “Aku pada hari kiamat akan menjadi pemberi syafaat dan saksi“. Dan dalam riwayat Ibnu Mas’ud, “Dikatakan kepadanya: Masuklah kamu pada pintu mana yang kamu suka”. Dan dalam riwayat Ibnu Umar, “Akan ditulis bersama golongan para ulama dan dibangkitkan bersama para syuhada”.

Walaupun para huffazh al-hadits melemahkan kedudukan hadits di atas seperti imam Abdullah bin Al-Mubarak, Ad-Daruqutni, Al-Hakim, Abu Nu’aim dan para ulama lainnya dari ulama terdahulu dan sekarang, namun imam Nawawi tetap mengambilnya karena –seperti yang disepakati oleh ulama lainnya- boleh mengambil hadits dhaif (lemah) jika hanya berkaitan dengan fadlail a’mal (perbuatan yang diutamakan). Meskipun demikian Imam Nawawi tidak hanya bersandar pada hadits tersebut di atas namun berpedoman pada hadits lainnya, sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits shahih, “Agar dapat disampaikan orang yang menyaksikan kepada orang yang tidak menyaksikan”. Dan hadits Rasul lainnya, “Allah memberkahi seseorang yang mendengar sabdaku, lalu dia sadar dan menunaikannya seperti yang didengarnya”. Karena itulah imam Nawawi mencoba mengumpulkan 40 hadits, mengikuti dan meneladani apa yang disampaikan Rasulullah saw dan yang banyak dilakukan oleh para ulama terdahulu.

Karena sebelumnya para ulama banyak mengumpulkan 40 hadits berkaitan dengan ushuluddin (dasar-dasar agama), sebagian lainnya mengumpulkan pada hadits yang berkaitan dengan cabang-cabang ilmu, sebagian lainnya pada masalah jihad, sebagian lainnya pada masalah adab (etika dan akhlaq) dan sebagian lainnya juga ada yang mengumpulkan pada hadits-hadits tentang khutbah Rasulullah saw, semuanya memiliki tujuan yang baik, karena itu Imam Nawawi juga ingin berkecimpung dalam mengumpulkan 40 hadits yang mencakup segala aspek kehidupan, berkaitan dengan kaidah agama yang agung, aqidah dan syariah, ibadah dan muamalah. Namun demikian, untuk melegalisasikan kebenaran hadits ini, imam Nawawi tidak mengambil hadits dari yang dhaif kecuali berusaha mengambil atau mengumpulkan 40 hadits dari hadits-hadits yang shahih, lebih banyak dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim.

Imam Nawawi mengumpulkan 40 hadits dengan tidak menyebutkan secara lengkap sanad-sanadnya; guna mempermudah menghafal dan lebih luas manfaatnya. Dan bagi kita sebagai umat disarankan untuk mengambil, mempelajari dan menghafal hadits-hadits tersebut, karena memiliki komprehensivitas dalam kehidupan agama dan akhirat, ketaatan dan urusan duniawi.

Mengapa Harus Kitab Al-Arba’in Nawawiyah

Paling tidak ada beberapa alasan perlunya membahas kitab al-arba’in An-Nawawiyah:

1. Karena mencakup segala urusan dan kebutuhan umat Islam di dunia dan di akhirat baik dari aqidah, hukum, syariah, muamalah dan akhlaq.
2. Merupakan kumpulan hadits-hadits nabi pilihan, dan merupakan jawami’ul kalim yang memiliki keutamaan dalam pembahasan yang singkat dan padat.
3. Hadits-haditsnya merupakan satu kesatuan yang menjadi cakupan ajaran Islam, baik setengahnya, atau sepertiganya atau seperempatnya.
4. Banyak digunakan oleh para ulama untuk mengajarkan kepada umat Islam bahkan menjadi sandaran utama dalam memberikan pemahaman ajaran Islam sehingga sebagian ulama konsen dengan hadits-hadits ini lalu mensyarahnya dengan lebih rinci. Ada yang menyebutkan tidak kurang 51 kitab yang mensyarah hadits Al-Arba’in An-Nawiwayah.

Biografi Pengumpul Hadits Ar-Ba’in Imam Nawawi

1. Nama Lengkap, kelahiran, keturunan dan kegigihannya dalam menuntut ilmu.

Imam Nawawi dijuluki dengan Al-imam Al-hafizh al-auhad (satu-satunya) al-qudwah (tauladan) Syaikhul Islam (syaikh islam) ilmu awliya (pemimpin para wali) Muhyiddin ( pemberi kehidupan agama) Abu Zakariya (Bapaknya Zakaria) Yahya bin Syaraf bin Muri Al-Khuzami Al-Hawaribi As-Syafi’i. Beliau lahir pada bulan Muharram tahun 631 H

Pada tahun 649, atau pada umur 10 tahun beliau berkelana menuju kota Damaskus dan tinggal di sana untuk menuntut ilmu, menghafal kitab at-tanbiih dalam kurun waktu 4,5 bulan, menghafal kitab al-muhadzdzab dalam kurun setengah tahun di hadapan gurunya Al-Kamal bin Ahmad, kemudian menunaikan ibadah haji bersama orang tuanya dan tinggal di kota Madinah selama satu setengah bulan, dan menuntut ilmu di sana. Dikisahkan oleh Syeikh Abul Hasan bin Al-Atthar bahwa imam Nawawi setiap belajar 12 mata pelajaran dan menghafalnya di hadapan guru-gurunya dengan syarah yang begitu gamblang dan benar; dua pelajaran pada kitab al-wasith, satu pelajaran kitab al-muhadzab, satu pelajaran pada kitab al-jam’u baina as-shahihain, satu pelajaran pada kitab shahih Muslim, satu pelajaran pada kitab al-Luma’ karangan Ibnu Jana, satu pelajaran pada kitab ishlahul mantiq, satu pelajaran pada kitab tashrif, satu pelajaran pada kitab ushul fiqh, satu pelajaran pada kitab “Asmaur rijal”, satu pelajaran pada kitab ushuluddin.

Imam Nawawi berkata, “Saya berusaha melekatkan diri dalam menjelaskan sesuatu yang sulit dipahami, menjelaskan ungkapan yang samar dan menertibkan tata bahasa, dan Alhamdulillah Allah memberkahi waktu yang aku miliki, namun suatu ketika terbetik dalam hati ingin bergelut dalam ilmu kedokteran sehingga aku pun sibuk dengan ilmu perundang-undangan, sehingga aku merasa telah menzhalimi diri sendiri dan hari-hari selanjutnya aku tidak mampu melakukan tugas; akhirnya aku pun rindu pada ilmu yang sebelumnya telah aku pelajari, aku jual kitab perundang-undangan sehingga hatiku kembali bersinar.

2. Guru-guru imam Nawawi

Imam Nawawi berguru pada syaikh Ar-Ridha bin al-Burhan, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad Al-Anshari, Zainuddin bin Abdul Daim, Imaduddin Abdul Karim Al-Khurasani, Zainuddin Khalaf bin Yusuf, Taqiyyuddin bin Abil Yasar, Jamaluddin bin As-Shayarfi, Syamsuddin bin Abi Umar dan ulama-ulama lainnya yang sederajat.

Beliau banyak belajar kitab-kitab hadits seperti kutub sittah, al-Musnad, al-Muwattha, Syarah Sunnah karangan Al-Baghwi, Sunan Ad-Daruquthni, dan kitab-kitab lainnya.

Sebagaimana beliau juga belajar kitab al-Kamal karangan al-Hafizh Abdul Ghani Alauddin , Syarah Hadits-hadits shahih bersama para muhaditsin seperti Ibnu Ishaq Ibrahim bin Isa Al-Muradi. Belajar kitab Ushul dengan ustadz Al-Qadhi At-tafalisi. Kitab Al-Kamal dengan ustadz ishaq al-Mu’arri, Syamsuddin Abdurrahman bin Nuh, Izzuddin Umar bin Sa’ad Al-Arbali dan Al-Kamal Salar Al-Arbali. Belajar kitab tentang bahasa bersama ustadz Ahmad Al-Masri dan ustadz lainnya. Lalu setelah itu beliau konsen dalam mengajarkan dan menyebarkan ilmu, beribadah, berdzikir, berpuasa, bersabar dengan kehidupan yang sederhana, baik makan maupun pakaian.

3. Murid-murid Imam Nawawi

Adapun murid-murid Imam Nawawi yang menjadi ulama terkenal setelah beliau adalah Al-Khatib Shadr Sulaiman Al-Ja’fari, Syihabuddin Ahmad bin Ja’wan, Syihabuddin Al-Arbadi, Alauddin bin Al-Atthar, Ibnu Abi Al-Fath dan Al-Mazi serta Ibnu Al-Atthar.

4. Ijtihad Imam Nawawi dan Aktivitas ubudiyahnya

Dikisahkan oleh syeikh Ibnu Al-Atthar: Bahwa Imam Nawawi bercerita kepadanya, beliau tidak pernah sedikit pun meninggalkan waktu terbuang sia-sia baik malam ataupun siang hari bahkan saat berada dijalan. Beliau melakukan mulazamah selama 6 tahun lalu menulis kitab, memberikan nasihat dan menyampaikan kebenaran.

Imam Nawawi memiliki semangat yang tinggi dalam beribadah dan beramal, teliti, wara’, hati-hati, jiwa yang bersih dari dosa dan noda, jauh dari kepentingan pribadi, banyak menghafal hadits, memahami seni dalam ilmu hadits, perawi hadits, shahih dan cacat hadits, serta menjadi pemuka dalam mengenal madzhab.

Syeikh Imam Rasyid bin Al-Mu’allim berkata, “Syeikh imam Nawawi adalah sosok yang tidak terlalu banyak masuk ke dalam kamar mandi, menyia-nyiakan waktu dalam makan dan berpakaian serta urusan-urusan lainnya, beliau sangat takut terkena penyakit sehingga menjadikan dirinya lengah dalam bekerja”. Beliau juga tidak mau makan buah-buahan dan mentimun, beliau berkata, “Saya khawatir membuat diri saya lemas dan menjadi suka tidur”.

5. Kitab-kitab karangan Imam Nawawi

Di antara kitab karangan Imam Nawawi adalah sebagai berikut: Syarah Shahih Muslim, Riyadlus shalihin, Al-Adzkar, Al-Arbain, Al-Irsyad Fi ulumil hadits, At-Taqrib, Al-Mubhamat, Tahrirul Al-Alfazh littanbih, Al-Idhah fil Manasik, At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran, Al-Fatawa, Ar-Raudlatu Arbaati Asfar, Syarah Al-Muhadzab ila bab al-mirah (4 jilid) Syarah sebagian kitab Al-Bukhari, syarah kitab al-Wasith dan banyak lagi kitab lainnya dalam bidang hukum, bahasa, adab dan ilmu-ilmu fiqh.

6. Wara’nya Imam Nawawi

Imam Nawawi adalah seorang ulama yang wara’ dan zuhud, beliau sama sekali tidak menerima imbalan apapun dalam mengajar ilmu, beliau pernah menerima hadiah lampu templok dari seorang fakir. Imam Burhanuddin al-Iskandarani pernah mengajaknya buka puasa bersamanya, beliau berkata, “Bawalah makananmu kemari dan kita berbuka bersama di sini, lalu beliau makan hanya dua jenis makanan, selain itu ditinggalkan”.

Diceritakan oleh Imam Quthbuddin Al-Yunini bahwa Imam Nawawi adalah satu-satunya seorang ulama yang luas ilmunya, wara’, ahli ibadah, sederhana dan tidak bermewah-mewah dalam kehidupannya.

7. Sikap Imam Nawawi terhadap raja di masa hidupnya

Imam Nawawi selalu berhadapan dengan raja dan kezhaliman, mengingkari dan mengingatkan mereka dalam bentuk tulisan dan peringatan akan azab Allah. Di antara contoh surat beliau adalah sebagai berikut:

“Dari Abdullah bin Yahya An-Nawawi, Salamullah alaikum warahmatuhu wabarakatuh atas raja yang baik, raja para umara Badruddin, semoga Allah mengekalkan baginya kebaikan dan membimbingnya dengan kebenaran dan menyampaikannya menuju kebaikan dunia dan akhirat pada segala cita-cita dan urusannya, serta memberikan keberkahan dalam setiap perbuatannya. Amin.

Sebagaimana diketahui bahwa penduduk Syam sedang mengalami kesempitan dan kekeringan karena sudah lama tidak turun hujan… beliau menjelaskan secara detail dan panjang dalam surat tersebut kepada sang raja, namun sang raja menjawabnya dengan lebih keras dan menyakitkan, sehingga menambah runcing keadaan dan kekhawatiran para jamaah”.

Imam Syeikh Ibnu Farh mengisahkan perjalanan hidup beliau yang penuh dengan kenangan, beliau berkata, “Syeikh Muhyiddin An-Nawawi memiliki tiga tingkatan yang jika setiap orang mengetahui akan setiap tingkatannya maka akan segera pergi kepadanya, “Ilmu, zuhud dan al-amru bil ma’ruf dan an-nahyu anil mungkar”.

8. Wafatnya Imam Nawawi
Setelah melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis dan kembali ke kota Nawa, Imam Nawawi menderita sakit di samping orang tuanya, lalu meninggal pada tanggal 24 Rajab tahun 676 H. dan dikubur di kota Yazar. Rahimahullah al-imam An-Nawawi
 
Demikianlah Pengantar tentang Hadits Arbain mudah-mudahan dapat bermanfaat bagia semua Umat islam. yoo kita sama-sama belajar tentang segala sesuatu yang telah Rosul kita lakukan setiap harinya. mudah-mudahan hidup  kita berkah amin .

Do'a

Senjatanya orang islam adalah do'a, maka khendaknya semua orang islam haruslah selalu berdoa, orang yang tidak pernah berdoa kepada tuhannya adalah orang yang sombong. 

Egois dalam Berdo'a


“Tadz,… kasih tips dong cara2 berdo’a agar terkabul” Tanyaku pada suatu kesempatan



“Bukannya malam Jum’at kemarin kita membahas tentang adab berdo’a…?”




“Iya sih…..tapi, barangkali ustadz punya tips lain yg belum tersampaikan..”




“Sebenarnya, semua do’a itu pasti terkabul, kalau kita mengikuti yg diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, Cuma……, kita harus sabar menunggu hasilnya, bisa langsung di kabul, di kabulkan tapi dalam jangka waktu yg lama, atau di tangguhkan, itupun akan sangat dipengaruhi ikhtiar kita dalam mendampingi do’a tersebut..”jelasnya




“Maksudnya ikhtiar tadz…?




“Ya kita tidak bisa mengandalkan do’a saja lalu ingin langsung di kabulkan tanpa sebuah usaha kita untuk mewujudkannya….”




“Ok….berarti berdo’a jangan lupa ikhtiar juga…, nah sekarang tips ustadz yg barangkali perlu saya perhatikan…….?


“Berapa kali sehari semalam berdo’a….?”


“Ya….minimal 5 kali tadz…”jawabku singkat


“Berdoa apa saja…??


“Macem-macem lah….dari masalah dunia sampai akhirat..?


“Untuk..??”


“Yah ustadz……..ya untuk saya sendiri dong…., paling tambah untuk orang tua dan anak istri”


“Nah disini saya mau tambahkan…”


“Tambahan apa Tadz..?” aku sudah ga sabar


“Kebanyakan dalam berdo’a kita suka ‘egois’…”


“Egois…….?….apa hubungannya ?….maksud ustadz ?


“Kita sering lupa, bahwa kita adalah mahluk sosial, dan tidak bisa hidup sendiri “


“Kalau itu saya sudah tahu tadz..”


“Kita kadang tak menyadari, bahwa kehidupan yg kita alami ini adalah hasil dari interaksi beribu-ribu, atau bahkan berjuta2 variabel “


“Belum paham nih saya…”


“Segala sesuatu hasil yg kita terima dari sebuah keinginan dan usaha kita, tidak bisa terlepas dari turut sertanya peran orang lain di sekeliling kita, dan itu merupakan sebuah rangkaian variable-variabel yg tak bisa kita lupakan..”


“sebentar tadz……”aku berpikir sejenak….”Contohnya tadz..?”


“Ketika bapak bekerja, dari siapa mendapatkan upah kerja….?”


“Ya..dari Klien saya dong..”


“Kalau Klien bapak tidak mendapatkan tender atau peluang untuk mempekerjakan bapak, apakah bapak akan dapat upah kerja..?”


“Ya tentu tidak….”


“Berarti bapak bisa bekerja dan mendapatkan upah kalau klien tempat bapak bekerja juga mendapatkan peluang kerja atau tender”


“Sudah barang tentu itu tadz..”


“Nah sekarang …pernahkah bapak dalam berdo’a memohon rizki, menyertakan doa untuk Klien bapak agar mendapatkan tender ?


“……..ehm…..ga pernah tadz”


“Kalau bapak bepergian, pernahkah bapak berdo’a untuk keselamatan ?”


“Tentu tadz..”


“Pernahkah bapak mendoakan pak sopir yang akan menbawa bapak ketempat tujuan, agar diberikan kesehatan dan ketenangan dalam mengendarai mobilnya?”


“……ehm…..ga pernah tadz”


“Ini hanya beberapa contoh saja……..singkatnya dalam segala aktifitas kehidupan, kita tidak bisa terlepas dari peran orang lain didalamnya, oleh sebab itu….sertakanlah orang2 disekeliling kita dalam do’a kita, apalagi yang erat kaitannya.”


“Dasarnya tadz…:?”


“Allah telah mengajarkan kita untuk itu, coba buka QS. Muhammad ayat 19


‘Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:


“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim no. 4912)


Coba perhatikan hadist diatas, bila kita mendo’akan orang lain tanpa sepengetahuannya, maka malaikat yang akan mendoakan kita, kalau sudah malaikat yg mendo’akan, apakah kita masih ragu untuk dikabulkan Allah ?”


“Begitu ya Tadz…?’benar-benar tak pernah terpikirkan sebelumnya


“Dari banyaknya ayat-ayat dan hadist-hadist yang menceritakan tentang keutamaan mendoakan orang lain sebenarnya Allah dan Rasul-Nya senantiasa memotifasi kita untuk selalu mendoakan saudaranya.”


“Iya…betul juga ya tadz…”


“Mendoakan sesama muslim tanpa sepengatahuan orangnya termasuk dari sunnah hasanah; dan ini telah diamalkan oleh para Nabiyallah juga orang-orang saleh yang mengikutinya.. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga merekap selalu mendoakan saudaranya di dalam doa mereka .Dan kalau ini diamalkan oleh seluruh muslimin…..Subhanallah…. kasih sayang dan kecintaan di antara kita senantiasa akan tersebar keseluruh alam”


“Berarti mendo’akan orang lain termasuk do’a yg mustajabah dong tadz, karena Malaikat sendiri yg mengaminkan dan mendoakan balik untuk kita..?


“Betul sekali,…..ketika kita mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya, maka do’a yang sama akan kembali kepada kita dan potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan kita mendoakan untuk dirikita sendiri….”


“Mulailah dari sekarang sertakan, saudara-saudara kita, tetangga, teman, rekan kerja, klien kita, dan seluruh muslimin dan muslimat dalam setiap do’a kita….”


“Insya Allah tadz…..”


……….


Subhanallah…….


Saya hanya bisa merenung tanpa kata, mengingat selama ini selalu egois dalam berdo’a


Sorepun kian beranjak dijemput malam menuju peraduannya, bermesra memeluk bumi dalam dekapan keheningan


“…Yaa Rabb…..mudahkanlah saudara-saudara kami muslimin dan muslimat dalam menerima ilmu yang bermanfaat seperti yang saya dapatkan hari ini, berikanlah kesehatan dan kekuatan kepada para pembawa risalahMu dan Rasul-Mu, satukanlah kami dalam kesalehan dan termasuk orang-orang yang Engkau cintai dan Engkau Muliakan…”


“Yaa Mujib…….”


“Kabulkanlah….”


“Amiin…………”
 Demikianlah tentang pengajian yang membahas Do'a semoga bermanfaat

Sejarah Masjid Nabawi

Berikut ini adalah Sejarah Mesjid Nabawi


Tiang Abu Lubabah (Sejarah Masjid Nabawi) 


Tiang ini adalah urutan ke 4 dari mimbar, 2 dari makam dan 3 dari kiblat. Dinamakan demikian karena Abu Lubabah bertekad mengikat dirinya pada tiang itu sampai meninggal atau sampai turun wahyu ampunan dari Allah SWT. Kemudian juga dikenal sebagai tiang Taubat setelah Allah menurunkan ayat diterimanya taubat Lubabah ra. yaitu saat dirinya masih terikat di tiang tersebut, kaitannya dengan kesalahan yang dia perbuat dalam masalah Bani Quraidah.



Keutamaan lainnya adalah letaknya yang berhadapan dengan makam Nabi SAW dan bagian kepala beliau SAW.


Adapun kisah tentang Abu Lubabah ini, diriwayatkan oleh Aisyah r.a. , beliau berkata “Rasulullah SAW datang ke Bani Quraidah, dan memblokade mereka selama 25 hari. Ketika blockade ini semakin kuat dan mereka mulai merasa kesulitan, diberitahukan kepada mereka, “Menyerahlah dengan keputusan hukum Rasulullah SAW ” Bani Quraidah kemudian meminta musyawarah melalui Abu Lubabah ibn Abd al-Mundzir. Abu Lubabah memberikan isyarat (jika hukum Rasulullah SAW yang mereka pilih), mereka pasti dihukum mati, kemudian mereka minta diadili oleh Sa’ad ibn Mu’adz.


Allah SWT. berfirman dalam surat al-Anfal ayat 27


“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa ayat ini turun pada Abu Lubabah, ketika dia sadar langsung bahwa dirinya menghianati Allah SWT. dan Rasul-Nya SAW, dia bersumpah tidak akan melakukan apa-apa sampai menemui ajal atau Allah SWT memberikan taubat, dia pergi ke Masjid dan mengikat dirinya pada sebuah tiang selama 9 hari sampai jatuh pingsan.


Kemudian Allah SWT turunkan taubatnya kepada Rasulullah SAW, orangpun mengabarkan kepada Abu Lubabah perihal itu, dan juga ingin melepaskan ikatannya. Namun dia bersumpah bahwa talinya tidak akan dilepas kecuali oleh Rasulullah SAW, dan akhirnya beliau SAW yang melepaskan ikatan itu.


catatan :
Abu Lubabah ibn Abd al-Mundzir al-Anshari terkenal dengan Lubabah, nama dari anaknya, namanya adalah Basyir ibn Abd al-Mundzir, ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Rifa’ah ibn al-Mundzir, ikut perang Madinah dan Rasulullah pernah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengurus Madinah, saat pembukaan kota Makkah, dia membawa bendera Bani Amr ibn Auf, termasuk salah seorang utusan pada Bai’at Aqobah, meninggal pada masa Ali, ada juga yang menyebut, setelah tahun 50 H.

Wahyu pengampunan dari Allah SWT untuk Abu Lubabah yaitu dengan turunnya surat At-Taubah ayat 102


وَآخَرُونَاعْتَرَفُواْبِذُنُوبِهِمْخَلَطُواْعَمَلاًصَالِحًا

وَآخَرَسَيِّئًاعَسَىاللّهُ أَنيَتُوبَعَلَيْهِمْ إِنَّاللّهَغَفُورٌرَّحِيمٌ


Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan
yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 9:102

Demikian sejarah Mesjid nabawi Mudah-mudahan bermanfaat bagi semua orang.

Kamis, 01 November 2012

Rukun Iman dan Rukun Iman

Sebagai umat Islam kita harus mengetahi apa itu Rukun Islam dan rukun Iman,,supaya Islam kita ini tidak Islam KTP saja tetapi Islam yang benar.

RUKUN ISLAM

1.Mengucap dua kalimat syahadat.

2.Menunaikan sholat lima waktu dalam sehari semalam.

3.Mengeluarkan zakat.

4.Berpuasa pada bulan Ramadhan.

5.Melaksanakan haji bagi mereka yang mampu.


RUKUN IMAN

1. Iman kepada ALLAH

2. Iman kepada Malaikat-malikat ALLAH

3. Iman Kepada Kitab-kitab ALLAH

4. Iman Kepada Rasul-rasul ALLAH

5. Iman kepada hari Kiamat

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Demikian uraian tentang Rukun Islam dan Rukun Iman semoga bermanfaat

Rabu, 31 Oktober 2012

Pengertian Agama

Semua orang pasti mempunyai agama,, tapai ada segelintir orang yang belum mengetahui arti agama itu sendiri,,maka disini akan dikupas tentang pengertian agama:

Pengertian Agama
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.



Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.

Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:
menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari tuhan

Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

itu mengenai pengertian agama mudahan-mudahan dapat bermanfaat bagi semua orang.